Pengarang · Indonesia ● Manuskrip Aktif: 3 Est. MMXIX
Catatan Penulis · 02

Setiap kota
adalah perasaan.
Setiap perasaan,
sebuah cerita.

Cerita-cerita tentang pekerja Indonesia yang kebetulan menemui dirinya sendiri di kota-kota asing — bukan sebagai turis, bukan juga sebagai pelarian, tapi hanya sebagai manusia biasa yang membawa rindu ke seberang lautan.

F. Saputro menulis fiksi emotional diaspora: novel-novel sunyi tentang pekerja kelas menengah Indonesia di kota-kota transit, di mana musik menjadi rangka, dan kota menjadi arsitektur perasaan.

Baru Diserahkan
Manuskrip 23 Bab · GIP

Sales dari Guangzhou

One Step at a Time — sebuah kisah cinta lintas budaya tentang seorang Manager Sourcing asal Indonesia yang tersesat di antara Pabrik Baja di Guangzhou dan masjid kecil di pinggir Sungai Pearl.

Kata 73,600
Bab 23
Q4 2026
§ 01 · Atlas Jiwa
— Peta Karya

Setiap pin adalah satu cerita.

Dari neon Tokyo ke salju Moskow, dari debu Guangzhou ke lembah sunyi Bhutan — setiap kota di peta ini menyimpan satu manuskrip, satu suara, satu pekerjaan rindu yang harus diselesaikan.

Atlas Jiwa — Peta Karya F. Saputro
TokyoOmiyage · Rewind to Tokyo 1989
SeoulTertinggal di Stasiun Hongdae
GuangzhouSales dari Guangzhou
Paro · BhutanMalam di Lembah Paro
HormuzTravel of Soul Vol. 1
MoskowSalju, dan Keheningan Terakhir
WinaSenyap di Tengah Simfoni
TromsøAurora di Tromsø
DublinThe Long Room
Mars · Olympus MonsDi Tepi Olympus Mons
Telah Terbit Diserahkan / Menunggu Sedang Ditulis
§ 02 · Karya Pilihan
— Tiga Cerita

Tiga manuskrip yang sedang bernafas paling keras tahun ini.

§ 03 · Seluruh Karya
— Rak Buku

Tiga rak. Satu kompas yang sama.

Karya-karya disusun bukan berdasarkan tahun, melainkan berdasarkan suhu emosi: yang sudah dingin di rak, yang masih hangat di tangan editor, dan yang masih terbakar di kepala.

Universe

Travel of Soul

Antologi cerita kota-kota yang membentuk satu jagat naratif. Dimulai dari Vol. 1 (Tokyo · Amsterdam · Havana · Guangzhou · Hormuz).

VOL · I
Travel of Soul:
The Beginning

Vol. I — The Beginning

Antologi · Terbit
VOL · II
Crossroads
of the Heart

Vol. II — Crossroads

Sedang Ditulis
Novel Berdiri Sendiri

Cerita kota, cerita orang.

Roman-roman penuh, masing-masing satu kota, satu pekerjaan rindu, satu jiwa yang sedang transit.

广州
Sales dari
Guangzhou

Sales dari Guangzhou

Romance Islamic · GIP · 2026
Vienna
Senyap di
Tengah
Simfoni

Senyap di Tengah Simfoni

Romance Musical· LovRinz . 2025
Москва
Moskow, Salju,
Keheningan
Terakhir

Moskow, Salju, dan Keheningan Terakhir

Romance Grief · Gramedia (semoga)
東京
Rewind to
Tokyo 1989

Rewind to Tokyo 1989

Romance Nostalgia · Gramedia (semoga)
Mars · Olympus
Di Tepi
Olympus
Mons

Di Tepi Olympus Mons

Sci-Fi · Gramedia (semoga)
Sedang Ditulis

Yang masih terbakar.

Manuskrip yang sedang dikerjakan. Tampil di sini bukan sebagai janji, tapi sebagai catatan jujur — sebagian akan jadi, sebagian mungkin tidak.

Tromsø
Aurora di
Tromsø

Aurora di Tromsø

Roman Duka · WIP
東京
Omiyage —
27 Cerita
tentang Kamu

Omiyage

Romance Teen · On process
Paro
Malam di
Lembah Paro,
Bersamanya

Malam di Lembah Paro

Roman · On process
홍대
Tertinggal
di Stasiun
Hongdae

Stasiun Hongdae

Outline · 22 Bab
Baile Átha Cliath
The Long
Room

The Long Room

Draf · 7 Bab
F. Saputro
F. Saputro
Pengarang · Jakarta
§ 04 · Tentang Penulis

Saya menulis tentang orang-orang yang tidak diundang untuk berkisah.

F. Saputro adalah nama pena seorang pengarang Indonesia yang sehari-hari bekerja di sebuah perusahaan dagang di Jakarta. Sejak 2019, ia menulis novel-novel sunyi tentang pekerja kelas menengah Indonesia yang melintasi kota-kota dunia bukan untuk berlibur, melainkan karena pekerjaan, kewajiban, atau kebetulan yang menyamar sebagai takdir.

Tokoh-tokohnya adalah teknisi pabrik di Tokyo, sales di Guangzhou, perawat di Tromsø, mahasiswa pertukaran di Seoul — orang-orang biasa yang membawa rindu Indonesia ke seberang dan pulang membawa luka kecil yang tidak bisa dijelaskan kepada keluarga.

Kota adalah arsitektur perasaan. Musik adalah rangka cerita. Dan pekerja Indonesia di luar negeri layak mendapatkan martabat sastra.

Karyanya diterbitkan oleh Gema Insani Press dan LovRinz Publishing, dengan beberapa manuskrip menunggu hasil di Gramedia Pustaka Utama. Ia menulis dalam disiplin one step at a time — satu bab, satu lagu, satu kota dalam satu waktu.

Bahasa
Indonesia · Inggris
Penerbit
GIP · LovRinz · Gramedia
Pengaruh
Murakami · Ishiguro
§ 05 · Soundtrack
— Liner Notes

Setiap buku punya lagu pengantarnya.

Musik bukan latar belakang dalam karya saya — ia adalah rangka cerita. Berikut lagu-lagu yang menemani setiap manuskrip ditulis. Tekan tombol untuk membuka di Spotify.

01
Moskow, Salju, dan Keheningan Terakhir
Clair de LuneClaude Debussy · 1905
— Sunyi · Dingin · Ingatan
▶ Putar
02
Sales dari Guangzhou
Yīqǐ Zǒu (一起走)Mandarin folk · re-arr.
— Lembut · Cross-cultural
▶ Putar
03
Rewind to Tokyo 1989
Plastic LoveMariya Takeuchi · 1984
— City Pop · Nostalgia
▶ Putar
04
Senyap di Tengah Simfoni
Symphony No. 9, II. LargoAntonín Dvořák · 1893
— Klasik · Wina
▶ Putar
05
Aurora di Tromsø
Spiegel im SpiegelArvo Pärt · 1978
— Hening · Berkabung
▶ Putar
06
Omiyage — 27 Cerita tentang Kamu
First LoveHikaru Utada · 1999
— Muda · Gelisah · Tokyo
▶ Putar
← Kembali ke Atlas ● Manuskrip · Diserahkan 2026 Buku 03 / 12
F. Saputro · 2026
Sales dari
Guangzhou
— One Step at a Time
广州 · Canton Fair · 23.13°N 113.26°E
f.s.
Roman · Islami · Lintas Budaya

Sales dari Guangzhou

Sebuah cinta yang tidak pernah dijanjikan, namun tidak juga ditolak. Kisah seorang sales muda dari Bekasi yang menemukan dirinya — dan seseorang — di antara hingar Canton Fair dan masjid kecil di tepi Sungai Pearl.

FS · 2026 · 23B
CGK
Jakarta · Soekarno-Hatta
— 4j 30m flight —
CAN
Guangzhou · Baiyun
Genre
Roman · Islami
Tebal
23 Bab · 73,600 kata
Penerbit
Gema Insani Press
Status
Diserahkan · 2026
Bahasa
Bahasa Indonesia
Soundtrack
Yīqǐ Zǒu
Setting
Guangzhou · 2024
Rilis Est.
Q4 · 2026
Penumpang
F. Saputro
Seat
23B
Tujuan
广州
Sinopsis

Yang dibawa pulang oleh seorang sales.

Reza, 28 tahun, berangkat ke Canton Fair untuk pertama kalinya — bukan untuk turisme, melainkan untuk mengunci kontrak yang akan menentukan apakah ia masih punya pekerjaan di kuartal berikutnya. Ia membawa kartu nama, jas yang sedikit kebesaran, dan satu surah pendek yang dihafalkannya sejak SMP.

Di sebuah masjid kecil di pinggir Sungai Pearl, ia bertemu Aisha — perempuan keturunan Hui yang lahir di Guangzhou tetapi menyimpan ingatan-ingatan yang tidak bisa ia akses sendiri. Pertemuan mereka tidak dramatis. Hanya secangkir teh yang ditiup tiga kali, dan bisu yang nyaman.

Selama tujuh hari di Guangzhou, Reza tidak jatuh cinta — atau lebih tepatnya, ia tidak menyebutnya begitu. Ia hanya merasa sesuatu di dadanya bergeser sedikit, seperti peti kemas tua yang mulai mau dibuka. Ketika ia kembali ke Jakarta, ia membawa pulang dua hal: satu kontrak yang tidak ia harapkan, dan satu pertanyaan yang tidak akan pernah ia tanyakan.

Catatan Penulis

“Saya menulis Reza karena saya pernah menjadi Reza — atau setidaknya, saya pernah duduk di samping Reza di pesawat ke Guangzhou. Buku ini bukan tentang cinta yang berhasil. Buku ini tentang cinta yang dibiarkan menjadi cerita, karena tidak semua perasaan layak dipaksa menjadi kepastian. Untuk semua sales muda Indonesia yang membawa kartu nama ke seberang lautan: ini surat untuk kalian.”

— F. Saputro, Jakarta, 2026